suarasurabaya.net| Aktivitas masyarakat di Kota Madiun terhenti, Minggu (11/12/2011). Banyak toko di wilayah Madiun Kota memilih tutup karena hari ini berlangsung kegiatan Suroan Agung yang digelar Persaudaraan Setia Hati (PSH) Winongo di Jl. Doho, Kelurahan Winongo, Kecamatan Mangun Harjo, Kota Madiun.
Seperti tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ini hampir pasti diwarnai tawuran antara pengikut PSH Winongo dan PSH Terate, dua perguruan silat di Madiun. Brigjen Polisi Edy Sumantri Wakapolda Jatim yang saat ini ada di Madiun sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan imbauan pada warga Madiun untuk tidak beraktivitas luar rumah hari ini, mengantisipasi hal-hal yang mungkin terjadi pada perhelatan itu.
Dilaporkan Ito Wahyu reporter Radio Wijaya Kusuma Madiun, meskipun banyak toko yang memilih tutup, tapi masih cukup banyak warga yang keluar rumah. Mereka juga melihat aktivitas yang dilakukan pengikut PSH Winongo melakukan ziarah di makam-makam leluhur pendiri PSH Winongo. “Pesertanya kebanyakan dari Tunas Muda Winongo, anggota-anggota muda PSH Winongo,” kata Ito.
Sedikitnya ada 20 ribu anggota PSH Wonongo yang terlibat aktivitas ini dan untuk menjaga keamanan selama bergelarnya ziarah, polisi dibantu TNI AU sudah mengerahkan lebih dari 5 ribu personel ditempatkan di titik-titik rawan yang biasa dijadikan tempat tawuran.
Sementara itu di pinggiran Kota Madiun, dalam pantauan Ito Wahyu, suasananya relatif lebih kondusif dibandingkan di dalam kota.
Perseteruan antara 2 perguruan silat ini memang sudah berlangsung lama dan jadi tradisi setiap tahun terutama jelang 1 Suro atau tanggal 10 Muharram saat dua perguruan silat itu menggelar aktivitas tradisi mereka.
Berbagai cara sudah dilakukan pemerintah daerah dan kepolisian setempat untuk mengurangi gesekan dua perguruan silat itu, diantaranya dengan melakukan perjanjian dan penandatanganan kesepatan. Tapi upaya itu sejauh ini tidak berdampak di tataran anggota karena hal ini sudah dijadikan tradisi tahunan.
Pantauan sejak penyelenggaraan kegiatan ini mulai pukul 10.00 WIB, masih belum ada gesekan massa. Aktivitas ini akan berakhir sekitar pukul 14.00 WIB, tapi petugas terus melakukan pengamanan sampai malam nanti.(edy)
Senin, 12 Desember 2011
Anggota Pencak Silat Nyaris Bentrok dengan Warga
Metrotvnews.com, Madiun: Ribuan anggota pencak silat nyaris terlibat bentrok dengan warga di dua tempat berbeda di Madiun, Jawa Timur, Ahad (11/12) siang. Insiden tersebut terjadi saat konvoi usai acara Suran Agung.
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, tepatnya di Desa Kaibon. Ribuan anggota pencak silat dari Perguruan Setia Hati Tunas Muda Winongo yang tengah berkonvoi nyaris adu jotos dengan warga. Polisi dan TNI pun akhirnya berhasil melerai dan membubarkan kerumunan warga.
Insiden serupa terjadi di Desa Robyong, polisi dan TNI juga sibuk meredam ratusan warga yang diduga anggota pencak silat saling memprovokasi dengan anggota Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo yang melintasi desa mereka. Beruntung, kesigapan polisi akhirnya bisa menghindarkan terjadinya bentrok antarjawara itu.(****)
Peristiwa pertama terjadi di Jalan Raya Madiun-Ponorogo, tepatnya di Desa Kaibon. Ribuan anggota pencak silat dari Perguruan Setia Hati Tunas Muda Winongo yang tengah berkonvoi nyaris adu jotos dengan warga. Polisi dan TNI pun akhirnya berhasil melerai dan membubarkan kerumunan warga.
Insiden serupa terjadi di Desa Robyong, polisi dan TNI juga sibuk meredam ratusan warga yang diduga anggota pencak silat saling memprovokasi dengan anggota Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo yang melintasi desa mereka. Beruntung, kesigapan polisi akhirnya bisa menghindarkan terjadinya bentrok antarjawara itu.(****)
SURAN AGUNG 2011 Aman, Meski Nyaris Bentrok dengan Aparat
Alhamdulillah, perhelatan akbar Suran Agung Setia Hati Tunas Muda Winongo yang dilaksanakan pada Minggu (11/12) berjalan aman. Tak urung, Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Eddi Sumantri, pun turun langsung mengamankan prosesi tahunan yang lekat dengan kerusuhan ini. Karena itu wajar jika pelantikan 3.000 anggota baru yang disaksikan 24 ribu pendekar pun berlangsung akrab. Koresponden Surabaya Post Rony Kurniawan melaporkan suasana Suran Agung, langsung dari Madiun.
DESA Winongo, Kecamatan Kota Madiun, hari Minggu kemarin tampak lain. Desa yang terletak di pesisir sungai Brantas, Madiun Utara yang biasanya lengang, Minggu (11/12) kemarin menjadi lautan manusia berbaju hitam. Tepat di Gang Doho, tempat kediaman almarhum H Soewarno, berdiri panggung berukuran 4x8 meter sebagai tempat dipusatkannya seremonial Suran Agung itu.
H Soewarno adalah sesepuh Persaudaraan Pencak Silat Setia Hati Tunas Muda Winongo. Sepeninggalnya, kedudukan sesepuh digantikan oleh H Agus Wiyono Santosa. Mereka adalah keturunan langsung dari Ki Ngabehi Soerodiwirjo, yang pada tahun 1903 mendirikan perguruan pencak silat itu.
Seperti tahun sebelumnya, H Agus Wiyono Santosa sebagai ketua, tetap “manguri-uri budayan” (melestarikan atau menjunjungtinggi budaya), dengan setiap hari ke-10 bulan Jawa Suro menggelar prosesi Suran Agung.
Agus, usai prosesi Suran Agung, menceritakan khusus kepada Surabaya Post, bahwa pada zaman dahulu, prosesi dilangsungkan sebagai akhir dari kegiatan penggemblengan tunas muda. Dan pada saat berlangsungnya acara, kesaktian anggota baru dipamerkan di depan para pendekar-pendekar silat.
“Namun, sekarang, hal ini tidak dilakukan. Cukup dengan mementaskan kekompakan tunas baru. Seperti acara hari ini, sebanyak lima anggota baru dari Cabang Palembang didapuk untuk menunjukkan kekompakan dan kemampuannya memperagakan jurus silat,” ujar Agus Wiyono Santosa.
"Karena zamannya sudah beda. Sekarang ini lebih menonjolkan sebagai sarana olahraga, mempererat persaudaraan, dan manguri-uri budoyo ketimbang menunjukkan fungsi pertarungannya," kata Agus yang dalam prosesi Suran Agung kemarin juga naik panggung memperagakan jurus bernama Pasangan Lengkap.
Sekadar diketahui, bahwa persaudaraan pencak silat ini pada tahun 1903 didirikan sebagai alat bantu para pejuang melawan penjajah Belanda. Sedangkan Ki Ngabehi Soerodiwirjo adalah priyayi yang aktif berjuang melawan penjajahan.
Menurut Agus, perlawanan terhadap penjajahan bangsa masih diteruskan hingga saat ini. Tapi penjajahan yang diperangi itu berbeda dengan zaman kakek buyutnya. Saat ini bangsa ini tengah dijajah oleh sifat egoisme, individualistis. Semua itu mengancam keberlangsungan hidup manusia yang secara kodrati yang harus bersatu, tolong menolong satu sama lainnya. "Inilah yang menjadi musuh bersama atau common enemy yang diperangi saat ini," katanya.
Jadi dalam prosesi suran agung kemarin, tunas muda senantiasaa harus menjaga kesatuan, persaudaraan, dan keutuhan bangsa dan negara menjadi seruan utama. Agus pun mengancam tunas mudanya, jika dalam perjalanan pulang acara mereka membuat keonaran, maka akan diberi hukuman berat.
Memang pada tahun-tahun sebelumnya, setiap usai acara berlangsung dipastikan ada tawur masal. Ini menjadikan kekhawatiran banyak pihak. Sampai-sampai Polda Jatim dipimpin langsung Wakapolda Brigjen Pol. Eddi Sumantri, menurunkan 3.500 personilnya. Belum lagi dibantu 1500 personil TNI. Kendati masyarakat Madiun sebagian besar masih takut keluar rumah.
Tidak cukup hanya menurunkan ribuan pasukannya, mulai Brimob, Sabhara, Intelgen. Namun, polda juga masih menurunkan tim intai udara, yang menggunakan helikopter jenis Puma untuk menjaga keamanan kota Madiun yang kemarin dibanjiri 27 ribu pendekar sakti dari Setia Hati Winongo.
"Saya menjamin sekarang tidak ada tawuran," kata Agus. Ternyata benar, usai acara pengukuhan anggota baru di lapangan Winongo, mereka bubar dan melakukan arak-arakan. Meskipun nyaris terjadi baku hantam dengan aparat di peremparan jalan Jendral Sudirman, karena rombongan dari arah pahlawan ingin berbelok ke jalan itu. Tapi diarahkan ke Jalan HOS Cokroaminoto.
Tapi mereka bisa dikendalikan, dan arak-arakan berlangsung aman, bahkan mereka menjadi tontonan menarik. Oleh karena dalam arak-arakan kemarin mereka membentuk barisan yang indah, dan suara kenalpot menderu secara bergantian, seakan menciptakan irama harmonis.*
Suran Agung Digelar, Warga Madiun Diimbau Tak Keluar Rumah
TRIBUNNEWS.COM, MADIUN - Warga Kota Madiun Jawa Timur dan sekitarnya, diimbau tidak keluar rumah pada Minggu (11/12/2011). Sebab, pada saat itu tengah digelar Suran Agung yang dilakukan perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati (PSH) Tunas Muda Winongo.
Himbauan itu disampaikan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Eddi Sumantri guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebab pada kegiatan tersebut akan diikuti ribuan pesilat anggota PSH Tunas Muda Winongo dari berbagai daerah di eks-Keresidenan Madiun dan sekitarnya, sehingga rawan keributan.
Selain mengimbau warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah, pihaknya juga meminta para pemilik toko di Madiun untuk bersiap-siap menutup tokonya jika sewaktu-waktu terjadi keributan. “Ini hanya langkah antisipasi, untuk meminimalkan dampak keributan yang rawan terjadi saat kegiatan Suran Agung oleh pesilat,” tambah Brigjen Eddi, usai memimpin rapat koordinasi pengamanan Suran Agung di Mapolres Madiun Kota, Rabu (7/12/2011).
Meski demikian, kata Eddi, pihaknya menjamin keamanan masyarakat saat kegiatan tersebut digelar dengan menerjunkan 2.500 personel gabungan yang berasal dari unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah setempat.
Menurut Brigjen Eddi, penambahan personel ini menyusul potensi keributan pada kegiatan serupa yang terus meningkat. Polri dengan pihak-pihak terkait hingga kini terus mencari cara agar keributan atau konflik antara dua perguruan silat, yakni PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo dapat berakhir.
Kepala Kepolisian Resor Madiun Kota, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, menambahkan pihaknya akan menyiagakan personel khusus dari unsur perwira yang disebut Perwira Pengendali (Padal).
“Padal akan disiagakan di 24 titik rawan konflik di Kota Madiun dan juga perbatasan Kota Madiun dengan kabupaten lainnya. Padal memiliki wewenang mengambil tindakan tanpa harus melapor terlebih dahulu,” ujar Adi.
Penggunaan Padal tersebut, karena kebutuhan penanganan yang cepat di lapangan jika sewaktu-waktu peserta kegiatan Suran Agung melakukan pelanggaran. Baik itu pelanggaran lalu lintas saat berkonvoi maupun pelanggaran kriminalitas.
Himbauan itu disampaikan Wakapolda Jatim Brigjen Pol Eddi Sumantri guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebab pada kegiatan tersebut akan diikuti ribuan pesilat anggota PSH Tunas Muda Winongo dari berbagai daerah di eks-Keresidenan Madiun dan sekitarnya, sehingga rawan keributan.
Selain mengimbau warga untuk membatasi kegiatan di luar rumah, pihaknya juga meminta para pemilik toko di Madiun untuk bersiap-siap menutup tokonya jika sewaktu-waktu terjadi keributan. “Ini hanya langkah antisipasi, untuk meminimalkan dampak keributan yang rawan terjadi saat kegiatan Suran Agung oleh pesilat,” tambah Brigjen Eddi, usai memimpin rapat koordinasi pengamanan Suran Agung di Mapolres Madiun Kota, Rabu (7/12/2011).
Meski demikian, kata Eddi, pihaknya menjamin keamanan masyarakat saat kegiatan tersebut digelar dengan menerjunkan 2.500 personel gabungan yang berasal dari unsur Polri, TNI, dan pemerintah daerah setempat.
Menurut Brigjen Eddi, penambahan personel ini menyusul potensi keributan pada kegiatan serupa yang terus meningkat. Polri dengan pihak-pihak terkait hingga kini terus mencari cara agar keributan atau konflik antara dua perguruan silat, yakni PSHT dan PSH Tunas Muda Winongo dapat berakhir.
Kepala Kepolisian Resor Madiun Kota, AKBP Adi Deriyan Jayamarta, menambahkan pihaknya akan menyiagakan personel khusus dari unsur perwira yang disebut Perwira Pengendali (Padal).
“Padal akan disiagakan di 24 titik rawan konflik di Kota Madiun dan juga perbatasan Kota Madiun dengan kabupaten lainnya. Padal memiliki wewenang mengambil tindakan tanpa harus melapor terlebih dahulu,” ujar Adi.
Penggunaan Padal tersebut, karena kebutuhan penanganan yang cepat di lapangan jika sewaktu-waktu peserta kegiatan Suran Agung melakukan pelanggaran. Baik itu pelanggaran lalu lintas saat berkonvoi maupun pelanggaran kriminalitas.
Jumat, 02 Desember 2011
kutipan komentar dari kadhang SH Panti
Pak Warno itu kecer di Panti itu tahun 1960 an dan sebelum kecer tidak mungkin ketemu eyang Soero. Kemudian setelah kecer dia dilatih silat oleh Pak” Karmo” (yang menjadi wasit saat pertarungan Mas Imam SHT melawan Pak Koco SHTT dan dimenangkan oeleh mas Imam dengan tangkapan kaki kemudian P. koco kena krip) karena Pak karmo tidak sabar akhirnya P. Warno diserahkan kepada Bapak Pardi Dolopo (orangnya sangat sabar). Semenjak dia mulai melatih anak anak muda di desa Winongo tahun 1966, Pak Warno sudah tidak berani datang lagi ke Panti dia sering dipanggil oleh saudara SH Panti yang senior seperti Pak Ngalimun untuk diingatkan bahwa jadi Pendekar itu banyak musuhnya lo ! ayo sekarang sambung di Panti (jawabnya (P. Warno) mboten. Kemudian pernah sekali datang pada acara suran SH Panti tahun 1977, pada acara silaturahmi sambung Pak Warno mengantar salah satu bekas murid SH nya Pak Warno (SH Tunas Muda skr) yang telah masuk SH Panti, tidak bisa berbuat apa apa saat bersambung. Akhirnya P. Warno mau turun sambung tetapi setelah dihadapi Mas Kus Hartoyo , P. Warno hanya putar gelanggang terus menutup akhirnya tidak jadi sambung dan sejak itu sampai dia (P. Warno) meninggal tidak pernah lagi datang ke Panti SH . Perlu diketahui SH Panti tidak pernah Vakum , SH PANTI TIDAK PERNAH MENGUKUHKAN SH TUNAS MUDA, SH PANTI TIDAK PERNAH MENDUKUNG PENGUKUHAN SH WINONGO UNTUK MENGADAKAN PENERIMAAN ANGGOTA. SH Panti itu sudan punya akte sendiri mas jangan keliru. Di dalam SH panti P. Warno itu warga tk 1 (Erste Trap) bukan tingkat 3 seperti yang diceritakan P.Warno..
Jadi kadang informasi yang ada (baru katanya dan yang memberi info juga sengaja membelokkan demi kepentingan pribadi) yang membuat orang berselisih paham. Kalau SH Terate bangga dengan Pendirinya Bpk Hardjo Utomo th 1922, SHO juga bangga dengan Pendirinya Bpk Munandar th 1936, kenapa SH Tunas muda tidak berani menampilkan P.Warno sebagai Pendirinya dan th 1966 sebagai tahun berdirinya. Dan biarkan SH Panti berdiri dengan sendirinya jangan dikait kaitkan lagi dengan SH Tunas Muda lagi. itu aja pesan saya supaya tidak lagi ada dusta diantara kita dan kalau semua mau jujur dan berani memperlihatkan jati diri saya yakin tidak ada lagi perseteruan lagi diantara saudara SH
maaf atas kutipan ini moga bisa jadi bahan belajar.
Jadi kadang informasi yang ada (baru katanya dan yang memberi info juga sengaja membelokkan demi kepentingan pribadi) yang membuat orang berselisih paham. Kalau SH Terate bangga dengan Pendirinya Bpk Hardjo Utomo th 1922, SHO juga bangga dengan Pendirinya Bpk Munandar th 1936, kenapa SH Tunas muda tidak berani menampilkan P.Warno sebagai Pendirinya dan th 1966 sebagai tahun berdirinya. Dan biarkan SH Panti berdiri dengan sendirinya jangan dikait kaitkan lagi dengan SH Tunas Muda lagi. itu aja pesan saya supaya tidak lagi ada dusta diantara kita dan kalau semua mau jujur dan berani memperlihatkan jati diri saya yakin tidak ada lagi perseteruan lagi diantara saudara SH
maaf atas kutipan ini moga bisa jadi bahan belajar.
Minggu, 27 November 2011
sejarah STK
Sedulur Tunggal Kecer adalah kepanjangan dr nama STK sebuah perkumpulan yg didirikan oleh ki ngabei suro diwiryo pada tahun 1903 di tambak grising surabaya. Sejarah panjang STK di mulai dr 2 orang saudara yaitu noto/gunadi dan saudara knevel. Lalu bertambah menjadi 5 org saudara pada tahun 1905. Pd tahun 1908 masuklah saudara raden mas apuk seorang bangsawan pasundan setelah sebelumnya beliau di kalahkan oleh eyang suro. Sedulur tunggal kecer adalah istilah dr persaudaraan yaitu persaudaraan yg di ikat oleh tunggal kecer ! Bukan tunggal kandung ataupun tunggal suku, kecer yg dlm tradisi aslinya di pasundan sebagai ritual penerimaan murid baru oleh eyang suro di jadikan sbg penerimaan saudara baru yg di ikat oleh tunggal kecer. Tahun 1915 eyang suro pindah ke madiun dan di kota ini eyang suro msh tetap mengembangkan STK. Lalu tahun 1917 atas usul saudara osvia dan mulyo nama STK di rubah menjadi PERSAUDARAAN SETIA HATI. Dan setelah di ganti menjadi PERSAUDARAAN SETIA HATI oleh eyang suro nama STK tidak boleh di gunakan lagi. karena jika di pakai lagi nanti orang bisa salah paham atau mana mungkin 1 perkumpulan memakai 2 nama. Dan dapat di pahami sejak tahun 1918 Nama STK sudah almarhum.
- lalu mengapa sekarang masih ada yg mengaku penerus STK 1903 ? jika nama STK oleh pendirinya sudah di ganti menjadi PERSAUDARAAN SETIA HATI?
- apakah bisa di terima pengakuan meneruskan STK 1903 ?
- apa tujuan sebenarnya mengaku meneruskan STK 1903?
- legalkah pengakuan itu?
Jumat, 04 November 2011
ANAK TMW BNY YG KECEWA KRN STLH DISAHKAN G PERNAH DI'TREN (LTHN)
Zakaria Markum > AKU CINTA STK
NDAGANGAN Memanas...
3 jam yang lalu · Suka · Ikuti Kiriman
Madi Stk dan 2 orang lainnya menyukai ini.
Lihat komentar sebelumnya
Ra Dica
ada apa lur...bs di jlskn...
2 jam yang lalu · Suka · 1
Singgih Dhinie
Bentrok lg ea lur??
2 jam yang lalu · Suka
Dika Elkusa Asolole
enek opp kang
2 jam yang lalu · Suka
Heri Winanto
ono po lur,seng podo hati2 ae.
2 jam yang lalu · Suka
Zakaria Markum
Ada anggota stk masuk kirek...
2 jam yang lalu · Suka
Ali Robert
wooo... bajingan mesti arek sing gak pernah latihan ngono iku?? rating mana itu loorr
2 jam yang lalu · Suka
Singgih Dhinie
Emg bnyk ank Kirek msuk STK..tp Ada jga ank STK msuk Kirek.oz biasanya kyk gtu d iming2i Uang ama Pekerjaan..d tmptQ jga kyk gt.tp synk gk prnh mempan rayuan kirek it..
2 jam yang lalu · Suka
Maulana Caem
.kasus lma ngnu wie msti alsan'e mrgo mlu STK ga'tw ltihan,, !!
2 jam yang lalu · Suka
Ali Robert
MAKANYA SAYA TANYA MESTI BOCAH IKU GAK PERNAH LATIHAN
2 jam yang lalu · Suka
Maulana Caem
.iyo lur soal'e cah gon q mbyen yow ngnu wie bar kcran mlah mlu lthan kirek pas ditakoni knco q jare rugi mlu STK ra tw ltihan blaz,ngnu eg,, !!
2 jam yang lalu · Suka
Ali Robert
GUSTI2 kok iseh enek wong bodo yoo..
2 jam yang lalu · Suka
Maulana Caem
.mboh q dwe og yow bngung,, !!
2 jam yang lalu · Suka
Heri Winanto
ya ALLAH ko seh ono wong koyo ngono ra wedi karo AKHIRAT kuwi.edan tenan sumpah SH ko go dolanan.
2 jam yang lalu · Suka
Kilat Bledex
T.O aja wes.., bs via apa saja
Langganan:
Postingan (Atom)
